OM Twitter
03.29
Diposting oleh Unknown
SAIYIDITO
HATTA
Aku sedang berbicara dengan Twitter.
Atau aku sedang mengetik didepan komputer.
Sekedar senam jari kubilang.
Rutinitas manusia model millennium yang berulang.
Ia tak bicara, tak jua menyapa.
Tapi manusia gemar membuang waktu tak berharga.
Jadikan semua waktu luang maupun sempit.
Cuma untuk ngetwit.
Jam kerja.
Jam kuliah.
Jam sekolah.
Jam dilema , pasti ngetwit.
Kenapa dilema? Tidak galau?
Tidak, galau hanya kata yang pas bagi pengguna
facebook.
Bukan Twitter.
Karena orang pinter pasti main Twitter.
Aku bilang di twitku aku lapar.
Ia diam.
Aku bilang aku lagi ngampus.
Sama saja, si om Twitter tetap diam.
Tiba-tiba muncul RT.
Singkatan dari Retweet.
Ternyata itu bukan dari om Twitter.
Dari sama – sama manusia.
Like nya facebook Retweet di Twitter.
Banyak yang doyan twitpic.
Dikira gambarnya apik.
Kok masih saja dicuekin sama si om Twitter.
Heran kalau orang tua gaul bilang.
Iya mereka jelas terheran.
Mereka Cuma bisa main facebook.
Belum kenal sama si Om Twitter.
Nanti mereka juga bakalan kenal, tapi terlambat.
Manakala twitter sudah hampir tak laku.
Seperti Pak Presiden mencoba membaur dengan rakyat,
telat.
Benar saja, Twitter sudah hampir pudar tak seperti
dulu.
Zaman sudah maju katanya.
Gila sudah hilang dari kamus bahasa dunia.
Kita tersenyum terlempar dari hingar bingar ambigu.
Ya, lagipula itu hanya dunia palsu.
Ekspresi kita hanya representasi.
Dari senyum dan tangisan kepalsuan.
Yang ngetweet doaku hari ini Tuhan.
Memangnya ada akun @Tuhan.
JING GONJANG GANJING.
Jungkir balik dunia anj*ng.
Manusia ngetweet atas nama Tuhan.
Pantas tempat beribadah sepi.
Pantas, Indonesia rusuh terus.
This entry was posted on October 4, 2009 at 12:14 pm, and is filed under
. Follow any responses to this post through RSS. You can leave a response, or trackback from your own site.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Posting Komentar