BERNAFAS
03.12
Diposting oleh Unknown
Bernafas berasal
dari kata “nafas” yang berarti menghirup
udara/oksigen melalui hidung untuk melancarkan peredaran darah lalu
menghembuskan karbon dioksida dari dalam tubuh.
Setiap manusia perlu
bernafas demi kelangsungan hidupnya. Tetapi tidak hanya itu. Jika diteliti
lebih dalam ternyata nafas itu juga ada manfaat lain selain untuk hidup.
Nafas adalah
salah satu kebutuhan manusia dalam hidupnya disamping makan, minum,
berkeluarga, dll, jadi dimana ada nafas disitu ada kehidupan suatu makhluk terutama
manusia. Bayangkan 5 menit saja anda tidak bernafas apa yang akan terjadi?
Peredaran darah menuju otak akan terhambat, dan bila perlu anda akan mati, itu
“bila perlu” kalau tidak ya “paling tidak” jika anda tetap hidup maka anda
mungkin akan menjadi orang yang lamban, daya pikir menjadi lemah, atau “mungkin
saja” anda akan menjadi orang idiot hanya dalam lima menit. Bersyukurlah kepada
Tuhan Yang Maha Esa yang memberi kita oksigen dengan Cuma-Cuma tanpa perlu
membayarnya namun kita malah merusaknya dengan terus menghasilkan Karbon
Monoksida, CFC bukan (California Fried Chicken) diudara dan kita masih saja
mengeluh serta saling menyalahkan.
Baiklah yang
ingin saya bahas disini mengenai nafas yaitu ada manfaat lain dari nafas bagi
diri kita. Diantaranya dengan nafas kita dapat mengontrol emosi berlebih dari
dalam diri kita. Mau bukti? Begini, ketika
anda sedang dilanda suatu konflik yang mana anda dan lawan anda sedang terlibat
adu mulut.. ingat adu mulut adalah
klise, bukan berarti adu mulut itu adalah ciuman !
Dan saat itu
pula kalian akan melanjutkan “hubungan” adu mulut itu menjadi “hubungan” adu
fisik. Maka apa yang harus dilakukan..? tarik nafas
“Lho kenapa?”
Bila sedang dalam suasana hati yang emosi maka
tariklah nafas melalui hidung secara perlahan lalu tahan sebentar kira-kira
tiga detik saja lalu hempaskan perlahan melalui mulut, bila anda seorang muslim
maka dzikir lah dalam hati seketika anda menghempaskan nafas anda tadi.
“Apa yang akan
terjadi? “
Emosi anda
seketika itu pula menghilang. Kenapa? Mungkin karena dengan tarikan nafas anda
yang tenang namun itu bagai anda mengumpulkan gelembung emosi anda menjadi satu
gelembung besar yang anda keluarkan beberapa detik kemudian sambil berdzikir.
Bila masih ada sisa emosi yang tersisa maka ulangi lah 2-3 kali maka emosi
hilang anda akan terhindar dari perkelahian.
“ah kalau begitu
tidak asyik, lebih baik saya berkelahi karena dengan berkelahi kita dapat
menyelesaikan masalah dan emosi”
Lho silahkan
saja. Kalau saya lebih memilih menghindar dari perkelahian karena menurut saya jurus terampuh dalam perkelahian adalah
menghindari perkelahian. Ya, menghindar beda dengan pengecut. Bila anda
menghindar dengan maksud seperti olah nafas tadi maka anda telah berhasil
mengalahkan lawan yang kolot dengan emosinya itu, sedangkan pengecut ia hanya
bisa mencolok sebatas kuat dari omongan nya saja atau banyak bicara tapi begitu
dihadapkan dengan pilihan berkelahi maka ia akan berlari, berlari jauh dengan
alasannya bahkan ketika perang pun sang pengecut akan berada dibarisan paling
belakang sekalipun sampai 5000 barisan maka pengecut akan ada pada barisan
ke-5001.
Itu untuk emosi,
satu lagi dalam olah nafas yang sederhana anda akan bisa membuat diri anda
menjadi rileks tanpa beban. Pernah mendengar kata yoga? Bila ya, maka anda
tidak perlu berlama-lama melakukan yoga hanya untuk membuat diri anda rileks
dan siap untuk menghadapi hari.
Bila mentari
sudah mengintip dari ufuk timur, keluar lah dari rumah sebentar, lihat
disekeliling anda ada tanaman yang berselimut embun, suara komando ayam jantan
bak alarm, lalu disambut lagi oleh nyanyian burung-burung kecil yang
berterbangan diantara pohon-pohon. Nikmatilah itu sejenak, lalu Ketika sang surya sedang bersiap untuk
muncul, sambutlah terlebih dahulu dengan menarik nafas dengan menggunakan otot
perut yang berada dibawah diafragma anda, tarik lah dengan itu maka udara yang
terhirup akan semakin banyak, tahan sebentar lalu hempaskan perlahan melalui mulut.
Lakukan beberapa kali tidak perlu lama-lama sembari anda menikmati embrio hari
yang beranjak kanak-kanak itu. Tarik kembali nafas anda, rasakan udara murni
yang mengalir melalui urat nadi anda, bersamaan dengan aliran santai
hemoglobin, lalu resapi di otak anda. Rasakan udara itu yang berputar membentuk
lingkaran yang semakin berputar maka akan semakin mengecil, lalu tertarik lurus
keatas terbuang bersama energy negatif dalam raga anda. Serta diri anda akan semakin rileks manakala disetiap hela oksigen yang
anda hirup dan karbon dioksida yang anda hempaskan, anda juga sambil mengucap
syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT karena anda masih diberi kesempatan untuk
hidup melihat indahnya mentari pagi demi menjadi khalifah dimuka Bumi. Saiyidito
Hatta
This entry was posted on October 4, 2009 at 12:14 pm, and is filed under
. Follow any responses to this post through RSS. You can leave a response, or trackback from your own site.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Posting Komentar