Bernafas berasal dari kata “nafas” yang berarti menghirup udara/oksigen melalui hidung untuk melancarkan peredaran darah lalu menghembuskan karbon dioksida dari dalam tubuh.
Setiap manusia perlu bernafas demi kelangsungan hidupnya. Tetapi tidak hanya itu. Jika diteliti lebih dalam ternyata nafas itu juga ada manfaat lain selain untuk hidup.

Nafas adalah salah satu kebutuhan manusia dalam hidupnya disamping makan, minum, berkeluarga, dll, jadi dimana ada nafas disitu ada kehidupan suatu makhluk terutama manusia. Bayangkan 5 menit saja anda tidak bernafas apa yang akan terjadi? Peredaran darah menuju otak akan terhambat, dan bila perlu anda akan mati, itu “bila perlu” kalau tidak ya “paling tidak” jika anda tetap hidup maka anda mungkin akan menjadi orang yang lamban, daya pikir menjadi lemah, atau “mungkin saja” anda akan menjadi orang idiot hanya dalam lima menit. Bersyukurlah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberi kita oksigen dengan Cuma-Cuma tanpa perlu membayarnya namun kita malah merusaknya dengan terus menghasilkan Karbon Monoksida, CFC bukan (California Fried Chicken) diudara dan kita masih saja mengeluh serta saling menyalahkan.

Baiklah yang ingin saya bahas disini mengenai nafas yaitu ada manfaat lain dari nafas bagi diri kita. Diantaranya dengan nafas kita dapat mengontrol emosi berlebih dari dalam diri kita. Mau bukti? Begini, ketika anda sedang dilanda suatu konflik yang mana anda dan lawan anda sedang terlibat adu mulut.. ingat adu mulut adalah klise, bukan berarti adu mulut itu adalah ciuman !

Dan saat itu pula kalian akan melanjutkan “hubungan” adu mulut itu menjadi “hubungan” adu fisik. Maka apa yang harus dilakukan..? tarik nafas

“Lho kenapa?”

Bila sedang dalam suasana hati yang emosi maka tariklah nafas melalui hidung secara perlahan lalu tahan sebentar kira-kira tiga detik saja lalu hempaskan perlahan melalui mulut, bila anda seorang muslim maka dzikir lah dalam hati seketika anda menghempaskan nafas anda tadi.

“Apa yang akan terjadi? “
Emosi anda seketika itu pula menghilang. Kenapa? Mungkin karena dengan tarikan nafas anda yang tenang namun itu bagai anda mengumpulkan gelembung emosi anda menjadi satu gelembung besar yang anda keluarkan beberapa detik kemudian sambil berdzikir. Bila masih ada sisa emosi yang tersisa maka ulangi lah 2-3 kali maka emosi hilang anda akan terhindar dari perkelahian.

“ah kalau begitu tidak asyik, lebih baik saya berkelahi karena dengan berkelahi kita dapat menyelesaikan masalah dan emosi”

Lho silahkan saja. Kalau saya lebih memilih menghindar dari perkelahian karena menurut saya jurus terampuh dalam perkelahian adalah menghindari perkelahian. Ya, menghindar beda dengan pengecut. Bila anda menghindar dengan maksud seperti olah nafas tadi maka anda telah berhasil mengalahkan lawan yang kolot dengan emosinya itu, sedangkan pengecut ia hanya bisa mencolok sebatas kuat dari omongan nya saja atau banyak bicara tapi begitu dihadapkan dengan pilihan berkelahi maka ia akan berlari, berlari jauh dengan alasannya bahkan ketika perang pun sang pengecut akan berada dibarisan paling belakang sekalipun sampai 5000 barisan maka pengecut akan ada pada barisan ke-5001.

Itu untuk emosi, satu lagi dalam olah nafas yang sederhana anda akan bisa membuat diri anda menjadi rileks tanpa beban. Pernah mendengar kata yoga? Bila ya, maka anda tidak perlu berlama-lama melakukan yoga hanya untuk membuat diri anda rileks dan siap untuk menghadapi hari. 



Bila mentari sudah mengintip dari ufuk timur, keluar lah dari rumah sebentar, lihat disekeliling anda ada tanaman yang berselimut embun, suara komando ayam jantan bak alarm, lalu disambut lagi oleh nyanyian burung-burung kecil yang berterbangan diantara pohon-pohon. Nikmatilah itu sejenak, lalu Ketika sang surya sedang bersiap untuk muncul, sambutlah terlebih dahulu dengan menarik nafas dengan menggunakan otot perut yang berada dibawah diafragma anda, tarik lah dengan itu maka udara yang terhirup akan semakin banyak, tahan sebentar lalu hempaskan perlahan melalui mulut. Lakukan beberapa kali tidak perlu lama-lama sembari anda menikmati embrio hari yang beranjak kanak-kanak itu. Tarik kembali nafas anda, rasakan udara murni yang mengalir melalui urat nadi anda, bersamaan dengan aliran santai hemoglobin, lalu resapi di otak anda. Rasakan udara itu yang berputar membentuk lingkaran yang semakin berputar maka akan semakin mengecil, lalu tertarik lurus keatas terbuang bersama energy negatif dalam raga anda. Serta diri anda akan semakin rileks manakala disetiap hela oksigen yang anda hirup dan karbon dioksida yang anda hempaskan, anda juga sambil mengucap syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT karena anda masih diberi kesempatan untuk hidup melihat indahnya mentari pagi demi menjadi khalifah dimuka Bumi. Saiyidito Hatta