Gua bingung mau mulai dari mana tentang yang satu ini. Hmm rokok itu ya udah pada tau deh lo pada kalo rokok itu ya rokok. Benda yang paling gak tu cuma sepanjang jari tengah orang dewasa, berisikan tembakau, cengkeh, nikotin, dan zat-zat aditif lain ini merupakan simbol kejantanan bagi para penggunanya karena sejak para pejantan kecil, mereka udah dicekoki doktrin popeye yang selalu ngerokok dan ada tattoo jangkar di tangan nya itu.
Industri Rokok di Indonesia makin lama makin menjamur layaknya boyband-girlband karbitan. Asal cetak yang penting tayang. Mungkin gitu kali ya strategi pasar para produsen rokok tanah air. Karena gampang banget mendapatkan konsumen rokok dari berbagai kalangan tua-muda , sekarang wanita juga tak mau ketinggalan buat ngerokok. Kalo zaman bokap gua muda dulu, katanya orang mulai ngerokok itu rata-rata antara usia 18-20 tahun usia mahasiswa, zaman gua sekarang yang ngerokok aja dari anak kecil usia SD. Pernah ada anak muda yang ngerokok disuatu tempat lalu ada orang tua yang ngingetin “mas masih muda jangan ngerokok, ga baik itu sama aja bakar duit” . dan orang tua yang ngingetin si anak muda dengan santainya ia menghisap rokok sambil berkokok kepada yang muda. Cerdas banget tu orang tua.
Biasanya anak usia remaja yang ngerokok ini pengaruh sama temen/lingkungan di sekitarnya. Zaman sekarang ni kalo ada anak muda yang pake seragam osis atau mungkin SD pas pulang sekolah deh, 9 dari 10 anak muda itu pasti sambil megang rokok. Pada gaya gayaan doang, nongkrong sambil ngerokok apalagi kalo boker sambil ngerokok, katanya enak tu. Yaelaah basi itu mah. Oke ! kenapa para anak muda yang katanya penerus generasi bangsa (Insya Allah) pada jadi perokok usia muda? Lo liat aja iklan di tv-tv swasta, lagi-lagi gua ngebahas tv kan. Nah mana ada iklan rokok yang kalo lagi tayang aktornya lagi meranin suatu karakter, trus dia sambil ngerokok trus tiba-tiba dia bengek. Gak ada bang !
Yang ada, aktornya dipilih yang gagah, lalu dia memerankan sebagai tokoh yang kaya, mapan, energik, dan disukai banyak wanita. Atau ada beberapa kumpulan lelaki yang naik mobil jeep nyusuri sawah, lewati banjir, terus masuk goa habis itu main skateboard di dalem nya, trus mereka bahagia. Tapi, apa ada rokok yang dipegang? Atau dirokok di iklan itu? Gak ada. Wong di film yang tayang di stasiun tv aja kalo ada adegan rokok nya pasti disensor. Iya kan.
Nah itu dia, betapa brilliantnya ide para pencipta rokok bersama jajaran nya, mereka menciptakan iklan produk mereka yang keliatan gagah, prestisius, flamboyant dan disukai banyak wanita. Ini dia yang bikin mindset anak-anak bangsa jadi kepengen merokok. Sementara tulisan “Merokok, dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dll” kalo tayang di iklan, pasti cuma 1-2 detik doang trus hilang. Kalaupun ada dibagian bungkus merk rokok, itu cuma dibagian paling bawah tulisannya kecil, kalah besar sama merk rokoknya. Kenyataannya, yang jadi perokok itu rata-rata orang kecil, tua, pengangguran, anak SMA kurus, kerempeng dan belum mapan tapi bandingkan dengan yang diiklan tv, si aktor iklan gagah, tampan, perkasa tapi mainin iklan rokok tanpa memegang atau menghisap satu batangpun.
Pernah ada wacana untuk mengharamkan rokok di Indonesia, paling tidak langkah kecilnya dulu yaitu melarang untuk merokok ditempat-tempat umum. Weeeh susah sekali menertibkan para perokok ditempat umum, sama saja seperti usaha KPK yang memberantas Korupsi yang tiada habisnya di Negara ini. Ketika dilakukan suatu debat dengan perokok, pastilah yang selalu menang adalah si perokok. Sekarang begini , Rokok saja udah jadi salah satu sumber pendapatan Negara yang meyakinkan. Bila produksinya harus dikurangi apalagi dihentikan dengan tiada lagi para perokok sejati dinegeri kita ya sudah pasti para petani cengkeh, tembakau akan pailit, perusahaan rokok akan bangkrut, dan memecat para buruh nya. Pengangguran kan jadi nambah lagi. Pusing deh tu presiden mikirin pengangguran kalo makin nambah gara-gara industri rokok bangkrut. Negara pasti rugi besar jek.
Lagi-lagi ini ulah permainan para orang “atas” entah siapapun mereka, dimanapun mereka, dan apapun pekerjaan mereka. Mereka sudah mempermainkan mindset saudara se tanah air mereka sendiri. Melakukan pembodohan menyelipkan propaganda rokok yang bisa membuat penggunanya merasa jantan. Padahal banyak orang bilang kalau “rokok itu adalah pintu gerbang menuju narkoba” . berarti rokok itu adalah hal yang paling kecil atau titik utama sebenarnya. Tapi kenapa pemerintah lebih gencar membasmi narkoba daripada rokok? Logikanya kan dari yang kecil dulu ke yang besar. Ibarat mau menebang tanaman, kalau hanya batang nya saja yang ditebang pasti akan tumbuh lagi kalo akarnya tidak ikut dicabut. Pemerintah dan ulama yang mengharamkan Narkoba karena dapat menyebabkan candu dan akibat yang fatal sejak dulu, kenapa sejak dulu tidak pula melakukan hal yang sama kepada rokok? Rokok sama juga dapat menyebabkan candu dan penyakit yang berbahaya dalam jangka panjang apalagi para pecandu narkoba sudah pasti awalnya merokok.
Waduh, susah juga ngebahasnya. Ini sama aja muter-muter tanpa ketemu titik temu yang tepat. Sebenarnya jangan salahkan para perokok, tapi salahkan para industri rokok yang menuntut orang lain untuk merokok. Jangan sok suci dengan mendiskreditkan mereka yang merokok. Apa bedanya perokok aktif dengan pasif kalau begitu? Sudah pasti kalian tau perbedaannya jadi bila anda ada disekitar orang yang merokok, cukup dengan menegur dengan manusiawi tidak dengan emosi. Ibarat anjing akan jinak bila tuan nya memperlakukan nya dengan baik, dan akan ganas bila sebaliknya. Kalau pemerintah dan para Ulama hanya bisa menggertak dengan gertakan sambel, sebaiknya para industri rokok menyisipkan kalimat ini disetiap iklan mereka “Sudahkan Anda Merokok Hari Ini?”..Saiyidito Hatta