ROKOK
09.33
Diposting oleh Unknown
Gua bingung mau mulai dari mana
tentang yang satu ini. Hmm rokok itu ya udah pada tau deh lo pada kalo rokok
itu ya rokok. Benda yang paling gak tu cuma sepanjang jari tengah orang dewasa,
berisikan tembakau, cengkeh, nikotin, dan zat-zat aditif lain ini merupakan
simbol kejantanan bagi para penggunanya karena sejak para pejantan kecil,
mereka udah dicekoki doktrin popeye yang selalu ngerokok dan ada tattoo jangkar
di tangan nya itu.
Industri Rokok di Indonesia makin
lama makin menjamur layaknya boyband-girlband karbitan. Asal cetak yang penting
tayang. Mungkin gitu kali ya strategi pasar para produsen rokok tanah air.
Karena gampang banget mendapatkan konsumen rokok dari berbagai kalangan
tua-muda , sekarang wanita juga tak mau ketinggalan buat ngerokok. Kalo zaman
bokap gua muda dulu, katanya orang mulai ngerokok itu rata-rata antara usia
18-20 tahun usia mahasiswa, zaman gua sekarang yang ngerokok aja dari anak
kecil usia SD. Pernah ada anak muda yang ngerokok disuatu tempat lalu ada orang
tua yang ngingetin “mas masih muda jangan ngerokok, ga baik itu sama aja bakar
duit” . dan orang tua yang ngingetin si anak muda dengan santainya ia menghisap
rokok sambil berkokok kepada yang muda. Cerdas banget tu orang tua.
Biasanya anak usia remaja yang ngerokok
ini pengaruh sama temen/lingkungan di sekitarnya. Zaman sekarang ni kalo ada
anak muda yang pake seragam osis atau mungkin SD pas pulang sekolah deh, 9 dari
10 anak muda itu pasti sambil megang rokok. Pada gaya gayaan doang, nongkrong
sambil ngerokok apalagi kalo boker sambil ngerokok, katanya enak tu. Yaelaah
basi itu mah. Oke ! kenapa para anak muda yang katanya penerus generasi bangsa
(Insya Allah) pada jadi perokok usia muda? Lo liat aja iklan di tv-tv swasta,
lagi-lagi gua ngebahas tv kan. Nah mana ada iklan rokok yang kalo lagi tayang
aktornya lagi meranin suatu karakter, trus dia sambil ngerokok trus tiba-tiba
dia bengek. Gak ada bang !
Yang ada, aktornya dipilih yang
gagah, lalu dia memerankan sebagai tokoh yang kaya, mapan, energik, dan disukai
banyak wanita. Atau ada beberapa kumpulan lelaki yang naik mobil jeep nyusuri
sawah, lewati banjir, terus masuk goa habis itu main skateboard di dalem nya,
trus mereka bahagia. Tapi, apa ada rokok yang dipegang? Atau dirokok di iklan
itu? Gak ada. Wong di film yang tayang di stasiun tv aja kalo ada adegan rokok
nya pasti disensor. Iya kan.
Nah itu dia, betapa brilliantnya
ide para pencipta rokok bersama jajaran nya, mereka menciptakan iklan produk
mereka yang keliatan gagah, prestisius, flamboyant dan disukai banyak wanita.
Ini dia yang bikin mindset anak-anak bangsa jadi kepengen merokok. Sementara
tulisan “Merokok, dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dll”
kalo tayang di iklan, pasti cuma 1-2 detik doang trus hilang. Kalaupun ada
dibagian bungkus merk rokok, itu cuma dibagian paling bawah tulisannya kecil,
kalah besar sama merk rokoknya. Kenyataannya, yang jadi perokok itu rata-rata
orang kecil, tua, pengangguran, anak SMA kurus, kerempeng dan belum mapan tapi
bandingkan dengan yang diiklan tv, si aktor iklan gagah, tampan, perkasa tapi
mainin iklan rokok tanpa memegang atau menghisap satu batangpun.
Pernah ada wacana untuk
mengharamkan rokok di Indonesia, paling tidak langkah kecilnya dulu yaitu
melarang untuk merokok ditempat-tempat umum. Weeeh susah sekali menertibkan
para perokok ditempat umum, sama saja seperti usaha KPK yang memberantas
Korupsi yang tiada habisnya di Negara ini. Ketika dilakukan suatu debat dengan
perokok, pastilah yang selalu menang adalah si perokok. Sekarang begini , Rokok
saja udah jadi salah satu sumber pendapatan Negara yang meyakinkan. Bila
produksinya harus dikurangi apalagi dihentikan dengan tiada lagi para perokok
sejati dinegeri kita ya sudah pasti para petani cengkeh, tembakau akan pailit,
perusahaan rokok akan bangkrut, dan memecat para buruh nya. Pengangguran kan
jadi nambah lagi. Pusing deh tu presiden mikirin pengangguran kalo makin nambah
gara-gara industri rokok bangkrut. Negara pasti rugi besar jek.
Lagi-lagi ini ulah permainan para
orang “atas” entah siapapun mereka, dimanapun mereka, dan apapun pekerjaan
mereka. Mereka sudah mempermainkan mindset saudara se tanah air mereka sendiri.
Melakukan pembodohan menyelipkan propaganda rokok yang bisa membuat penggunanya
merasa jantan. Padahal banyak orang bilang kalau “rokok itu adalah pintu gerbang menuju narkoba” . berarti rokok itu
adalah hal yang paling kecil atau titik utama sebenarnya. Tapi kenapa
pemerintah lebih gencar membasmi narkoba daripada rokok? Logikanya kan dari
yang kecil dulu ke yang besar. Ibarat mau menebang tanaman, kalau hanya batang
nya saja yang ditebang pasti akan tumbuh lagi kalo akarnya tidak ikut dicabut.
Pemerintah dan ulama yang mengharamkan Narkoba karena dapat menyebabkan candu
dan akibat yang fatal sejak dulu, kenapa sejak dulu tidak pula melakukan hal
yang sama kepada rokok? Rokok sama juga dapat menyebabkan candu dan penyakit
yang berbahaya dalam jangka panjang apalagi para pecandu narkoba sudah pasti
awalnya merokok.
Waduh, susah juga ngebahasnya.
Ini sama aja muter-muter tanpa ketemu titik temu yang tepat. Sebenarnya jangan
salahkan para perokok, tapi salahkan para industri rokok yang menuntut orang
lain untuk merokok. Jangan sok suci dengan mendiskreditkan mereka yang merokok.
Apa bedanya perokok aktif dengan pasif kalau begitu? Sudah pasti kalian tau
perbedaannya jadi bila anda ada disekitar orang yang merokok, cukup dengan
menegur dengan manusiawi tidak dengan emosi. Ibarat anjing akan jinak bila tuan
nya memperlakukan nya dengan baik, dan akan ganas bila sebaliknya. Kalau pemerintah
dan para Ulama hanya bisa menggertak dengan gertakan sambel, sebaiknya para
industri rokok menyisipkan kalimat ini disetiap iklan mereka “Sudahkan Anda
Merokok Hari Ini?”..Saiyidito Hatta
This entry was posted on October 4, 2009 at 12:14 pm, and is filed under
. Follow any responses to this post through RSS. You can leave a response, or trackback from your own site.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar