GADGET TELEKOMUNIKASI
09.49
Diposting oleh Unknown
Aah kalo ngomongin yang begini
sih gak ada habisnya. Ada handphone, jadi smartphone seiring berkembangnya
teknologi, lalu ada internet bersama sosial media nya dll. Dengan semua itu
katanya kita bisa merasakan keliling dunia melihat berbagai tayangan informasi
atau bahkan tatap muka hanya dalam hitungan menit bahkan detik. Masa? Gak
percaya? Berarti ente kuper. Makanya jangan bisanya cuma curhat di diary atau
ngelamun dikamar sambil setel mp3 terus tau-tau mata ente berubah jadi mata panda
karena kelamaan galau sampe gak tidur berhari-hari.
“Sebenernya mau cerita apaan sih?
Kok gak jelas banget, muter – muter deh ngomong nya.”
Sebenarnya ane cuma mau cerita
doang soal ini nih si “telekomunikasi” ini. Karena ane masih dimasa muda yang
namanya telekomunikasi ini erat kaitan nya dengan para kawula muda. Gak mungkin
ada para anak muda yang kemana-mana gak bawa gadget untuk berinteraksi ini di
saku celana nya.ada android dan blackberry. Dari kedua jenis OS smartphone yang
lagi booming ini nih ada dua kubu yang berseberangan dalam memilih gadget
tersebut. Untuk hasil pengamatan ane, biasanya yang pake OS android ini
kebanyakan para remaja yang kutu buku, tertutup, syndrome dengan dunia maya,
dan cenderung cuek dengan lingkungan sekitarnya. Sedangkan untuk para remaja
yang doyan fashion, atau mungkin cuma pengen “nampang” pake nya Blackberry nih,
yaa meskipun gak semua tapi banyak yang beranggapan kalo blackberry ini
smartphone paling tepat untuk memudahkan pergaulan. Padahal di Kanada pusatnya
RIM yang memproduksi ntu BB kan dah bangkrut, di amerika juga udah jarang yang
pada pake BB. Cuma di Negara kita tercinta nih kalo udah terlanjur cinta sama
produk luar susah banget lepasnya. Salah
satu kalimat yang khas dari remaja gaul kita dalam pergaulan nya yaitu “eh bagi
Pin dong”.
Oke, dari alat telekomunikasi
diatas ini seolah kita punya dunia baru, “duniaaa imaaajinasii” nya spongebob
tuh. Dari situ kita bisa berinteraksi
dengan sesama komunitas tanpa batas. Hmm…tunggu mari kita persempit lagi
komunitas itu menjadi sebuah “pasangan”. Yep dua insan yang sedang
menggebu-gebu dalam bercinta ini kerap kali memandangi layar gadget nya itu
hanya untuk menunggu balasan pesan/chat/apapun itu dari sang belahan dada.
plak !*ditampar* “kurang ajar lo
!”
Tunggu, salah ketik, maksudnya
belahan jiwa. Hehehe
Yep, gak dibales 1 jam aja kadang
diantara si Pejantan maupun si betina pasti sudah gusar.
“ngaco lo ya, lo kata binatang
apa.”
(cerewet amat ni yang diatas -_-)
Lho, benar kan? Apalagi kalo yang
lagi LDR , atau yang lagi proses pendekatan, ini nih gregetnya. Nunggu 1 jam
balasan pesan aja bisa terasa bagai satu tahun.
“sumpah elohh lebay abiesss,
kameupay deh eloohhh”
Begini, coba tengok kebelakang,
jauuuuuh sekali kebelakang. Zaman manakala kakek-nenek kalian yang muda dulu,
berusaha berinteraksi tak peduli seberapapun jauhnya tetap terlaksana walau
harus menunggu berhari-hari bahkan sampai hitungan minggu untuk menerima surat
balasan dari sang pujaan walau isinya hanya sekedar ajakan untuk bertemu
disuatu tempat. Seperti buku biografi Letjen Ahmad Yani yang pernah saya baca 3
tahun yang lalu secara tak sengaja dirumah nenek saya. Disitu isteri beliau
yang menulis, Pak Yani mengirimkan surat dari medan perang untuk sang istrinya,
namun tertunda penyampaiannya namun ketika sampai ternyata surat itu hanya
berisi ajakan beliau untuk kencan, dan pada akhirnya pak Yani itu datang dari
luar kota untuk menemui istri yang pada
waktu itu masih kekasihnya dengan menaiki sepeda onthel berkilo-kilo jauhnya.
Meskipun sang kekasih sebelumnya harus menunggu balasan surat dengan waktu yang
lama.
“yeee, itu kan dulu. Kalo
sekarang dah modern. Beda laaah, lagian kalo jaman sekarang cowoknya susah
dimintain kabarnya, pasti kalo gak lagi nongkrong sama temen-temen cowoknya
atau ya lagi jalan sama cewek lain”.
Justru itu, dari hal seperti itu
patut kita ambil hikmahnya. Bahwasanya kesabaran dan kepercayaan menjadi
pondasi yang amat kokoh dalam menjalin sebuah hubungan terutama cinta. Dalam
rasa percaya yang kuat, tidak akan timbul pemikiran yang Gak seperti anak muda jaman sekarang, pending
dikit langsung ngetweet, langsung murung, yang cewek ngambek, yang cowok
ngamuk. Dan akhirnya putus. Yakini lah bahwa keterlambatan itu pasti ada
sebabnya. Jangan langsung main putus sendiri, kaya warga aja main hakim sendiri
gebukin maling dipasar.
Kalau ada suatu “pending” atau
koneksi lemot dalam berinteraksi di sosial media jangan ambil pusing. Nanti
jadi cepet tua lho karena kebanyakan mikirin yang pusing pusing itu. Terus
kalian jadi kemakan sama iklan yang katanya kalo pake internetan yang kenceng
bisa jadi awet muda. Nah lho siapa tu yang pusing ? ..Saiyidito Hatta
This entry was posted on October 4, 2009 at 12:14 pm, and is filed under
. Follow any responses to this post through RSS. You can leave a response, or trackback from your own site.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar