Lebaran atau Idul Fitri ?
06.10
Diposting oleh Unknown
Apabila kue-kue seperti keju, nastar, dsb ramai terlihat di
berbagai toko dan dibeli masyarakat, itu berarti lebaran sudah dekat.
Apabila toko-toko grosir atau mall yang menjajakan pakaian
ramai diserbu masyarakat dari berbagai kalangan, itu tanda lebaran sudah dekat.
Apabila sudah terlihat di tv setiap hari reporter menghiasi
hari-hari memberikan laporan terkini, itu berarti lebaran sudah dekat.
Apabila ramai orang menjual uang/jasa penukaran uang, itu
tanda lebaran sudah dekat.
Apabila stasiun, terminal, bandara, pelabuhan sudah terlihat
ramai bahkan antrian penumpang membeludak, itu berarti lebaran sudah dekat.
Apabila Kota – kota besar seperti Jakarta khususnya sudah
terasa sepi, itu tanda lebaran sudah dekat.
Lebaran, itulah yang dikatakan
sebagian besar umat muslim di Indonesia ketika sudah melewati satu bulan penuh
Ramadhan dan berpuasa selama itu, bahkan tidak ada perbedaan bagi siapa yang
berpuasa penuh, atau orang-orang yang berpuasa hanya sekedar menahan rasa lapar
dan haus saja tapi terkadang dengan sengaja ada beberapa umat muslim sendiri
yang membatalkan puasanya disaat waktu belum menunjukan waktunya berpuasa, tapi
orang-orang ini tetap merayakan lebaran. Mereka dengan suka cita penuh
kemeriahan, kebersamaan dan kebahagiaan merayakan hari besar Umat Muslim yang
juga dirayakan oleh muslim diseluruh Dunia. Tiada batasan apalagi halangan
dalam berbagai macam perayaan lebaran. Semua kalangan pun ikut serta
merayakannya, berlomba-lomba membeli Baju baru, sepatu baru, uang lebaran,
pulang kampung, bersalam-salaman tanda memaafkan, dan lain sebagainya itu
sebagai bentuk rasa syukur atas hari kemenangan umat islam, khususnya di
Indonesia. Sudah menjadi tradisi yang mendarah daging tentunya dari tahun demi
tahun hal-hal seperti inipun bagaikan haram hukumnya apabila tidak dirayakan
dengan hal-hal yang tersebut diatas tadi.
Sedangkan Idul Fitri itu
bagaimana? Idul Fitri menurut opini saya itu selain berarti Kembali Fitri/Suci
yaitu adalah suatu hari dimana hari kemenangan yang benar-benar dimenangkan
oleh umat muslim secara perorangan/individual karena ia berhasil menjalankan
Ibadah Puasa Ramadhan beserta amalan lainnya tanpa sedikitpun iman nya goyah
untuk membatalkan puasa atau melakukan segala tindakan yang dapat membuat pahala
puasanya itu berkurang atau bahkan hilang. Makna dari berpuasa itu diibaratkan
seperti “turun mesin” . setelah 11 bulan manusia memperkerjakan organ dalam
tubuhnya terutama organ Hati, Lambung, Ginjal, dan Usus bekerja terus mencerna
makanan yang terkadang manusia tidak dapat mengatur pola makan yang benar
sehingga datang Perintah dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk berpuasa
dan mengajarkan kepada umat muslim selain untuk mengistirahatkan organ dalam
tubuhnya itu selama satu bulan dan juga dimaksudkan untuk belajar mengalahkan
godaan setan yang selalu menjerumuskan manusia kedalam hal-hal yang dilaknat
oleh Allah. Dari berpuasa kita juga dapat merasakan hal yang dirasakan oleh
saudara kita yang kurang mampu dan kita dianjurkan untuk memberikan Zakat kepada
mereka yang membutuhkan, implikasinya kita mendapat ganjaran pahala yang
berlipat ganda dari menjalankan ketentuan-ketentuan tersebut untuk dijadikan
tabungan di akhirat kelak. Idul Fitri itu tidak mengenal perayaan yang megah
dan mewajibkan umatnya untuk membeli segala sesuatu yang baru, memberikan uang
kepada anak-anak kita. Itu berarti sama saja mengajarkan kepada anak cucu kita
bahwa berpuasa itu ganjarannya adalah Uang yang berlimpah ketika sudah di hari
raya nanti. Tetapi banyak dari orang tua kita yang tidak mengajarkan makna Idul
Fitri itu sebagai hari yang suci dimana kita dapat memenangkan pertandingan
melawan godaan setan dengan melaksanakan perintah Allah kepada hambanya selama
satu bulan, walaupun di bulan-bulan yang lain kita juga diwajibkan untun
menahan hawa nafsu dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan.
Idul Fitri juga adalah momen
untuk memohon dan memaafkan segala sesuatu yang pernah kita atau orang lain
perbuat yang tidak mengenakan kepada kita. Tetapi bukan hanya di Idul Fitri saja
kita memohon dan memaafkan kepada sesama umat tetapi di bulan-bulan lainnya
juga demikian, ini yang menjadi salah kaprah bagi hampir seluruh umat muslim di
Indonesia yang mana mereka mengumbar maaf hanya di momen lebaran kata mereka,
lebaran apa? Lebaran Idul Fitri. Padahal memaafkan itu berat, ya berat karena
kita harus mengampuni segala dosa perbuatan yang telah orang-orang lakukan
kepada diri kita, tetapi kata mereka dihari lebaran semua itu bisa dimaafkan
dan dirayakan bersama.
Berkaca kepada diri sendiri,
bahwasanya saya masih bingung apakah Hari kemenangan nanti saya mendapatkan
Hari Raya Idul Fitri yang itu berarti saya dan kita telah berhasil menunaikan
Ibadah Ramadhan yang tidak hanya berpuasa saja tetapi ibadah-ibadah yang
lainnya sehingga nanti jiwa saya kembali menjadi bersih ataukah kita semua
hanyalah berlebaran, menabur uang memburu pakaian baru seraya mengumbar maaf
bahwa kita sedang Lebaran. Mari kita merenungi ini semua dan mengintropeksi
diri. Saya pun yang menulis ini sesungguhnya masih tergolong dalam orang- orang
yang munafik dan dari tulisan ini saya bandingkan kemunafikan itu. Sekian.
Saiyidito Hatta
This entry was posted on October 4, 2009 at 12:14 pm, and is filed under
. Follow any responses to this post through RSS. You can leave a response, or trackback from your own site.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)










Posting Komentar