Bagai gemerlap bintang serta rembulan bersamanya
Aku ingin bercerita
Cerita tentang diriku saat masih didunia
Mengalir bagai alunan irama nada

Ragaku ini mengalir darah, darah seorang keji
Yang tega mengotori rahim bunda dengan nafsunya
Sembilan bulan diriku ditanggung malu
Bundaku yang sabar tetap menjagaku

Saat terlahir menuju dunia baru
Tiada suka maupun cita dari keluargaku
Senyum senyum malu menatap wajah mungilku
Akupun terbingung menatap hidup penuh pilu

Dunia tempat aku bercengkerama
Melalui bait bait nada
Dunia tempat aku berduka
Melalui pengasingan dari tetangga

Pandang wajah mereka aneh
Bak melihat raut wajah dari sang setan
Tiada kasih sayang dari keluarga utuh
Yang kudapat hanya perhatian acuh

Bunda yang telah pergi mendahuluiku
Melampaui alam penuh suasana syahdu
Aku bingung, kepada siapa aku harus berpeluh untuk merindu
Suara dan pandang wajah itu selalu berputar mengitari anganku

Cuma pandang gelap yang terlihat
Dan singgasana keluarga dalam bayang semu
Batinku menangis yang mengalir hanya tawa gila
Aku tak sanggup melewati hari hari yang penuh sandiwara

Suatu malam aku berjalan jalan sepi
Bersama kilauan cahaya kuning yang menerangi
Semakin dekat cahaya itu semakin terang
Dan mendekap ku diatas awang

Tertunduk kepalaku melihat kebawah
Ada apa gerangan
Semakin jelas terlihat kerumunan orang
Yang mengelilingi raga hancur tak berupa

Cuma aku yang menyadari kalau wajah hancur itu adalah diriku
Mengapa , apa dunia pula tak menerima keberadaanku
Sesaat muncul wanita cantik membelai rambutku
Wajah indahnya mengingatkanku akan ibu

Diajaknya aku kesebuah taman
Indah sekali
Dibawanya aku kedalam suatu tempat
Yang tidak pernah kujumpai sebelumnya

Muncul pula dua makhluk besar bersayap
Yang menuntun aku terbang semakin tinggi
Alam indah tiada dua sudah menanti
Sembari menunggu mereka yang masih menikmati alam duniawi

Tuhan

Sampai disini catatan hidupku
Terimakasih engkau telah memberiku kesempatan
Diriku tuk menapaki apa itu kehidupan
Saat ini aku tersadar dan terbebas dari belenggu

Karena aku sudah mati…